Peran Perawat dalam Membimbing Ibadah bagi Pasien

Peran Perawat dalam Membimbing Ibadah Bagi Pasien

 

Peran perawat diantaranya adalah adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan yang dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dasar manusia yang salah satunya adalah kebutuhan spiritual.

Perawat professional harus memiliki visi transcendental nursing, yaitu perawat yang bertujuan tidak hanya kesejahteraan di dunia tetapi pengabdian dan perilakunya ditujukan untuk ibadah dan kesejahteraan akhirat (hereafter, afterlife, eternity).    

Ciri perawat yang memiliki visi transcendental :

          Menghargai keunikan pasien dan adil terhadap pasien yang berbeda agama

           Memulai tindakan keperawatan dengan Bismillah

           Mampu membimbing pasien untuk bersuci dan shalat

           Mampu membimbing pasien saat sakaratul maut

           Melindungi pasien dari zat dan makanan haram

           Memahami hikmah sakit bagi pasien

           Mempersiapkan diri dan pasiennya menuju husnul khotimah

           Mengutamakan kesejahteraan akhirat dibanding dunianya

 

Peran perawat dalam membantu kebutuhan spiritual pasien muslim diantaranya, membimbing shalat, membimbing membaca al-quran, membimbing berpuasa, membimbing berzikir, dan ibadah lainnya.

 

Sebelumnya, perawat harus membaca doa untuk orang sakit saat bertemu pasien.

 

ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA’ SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA’ AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

 

Artinya ;

 “Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)

 

 

 

1.      Membimbing Shalat

Sebagai perawat, kita harus selalu mengingatkan pasien jika waktu shalat sudah tiba. Dan tanyakan pada pasien apakah pasien akan shalat atau tidak. Jika akan shalat, pasien akan membantu berwudhu/tayamum dan posisi shalat.

Hukum yang berhubungan dengan shalat orang sakit :

a.      Orang yang sakit tetap wajib sholat diwaktunya dan melaksanakannya menurut kemampuannya.

b.      Apabila berat melakukan setiap sholat pada waktunya maka diperbolehkan baginya untuk men-jama’ (menggabung) antara shalat Zhuhur dan Ashar, Maghrib dan ‘Isya baik dengan jama’ taqdim atau ta’khir.

c.       Orang yang sakit tidak boleh meninggalkan sholat wajib dalam segala kondisinya selama akalnya masih baik.

d.      Orang sakit yang berat untuk mendatangi masjid berjama’ah atau akan menambah dan atau memperlambat kesembuhannya bila sholat berjamaah di masjid maka dibolehkan tidak sholat berjamaah.

 

Tata cara shalat orang sakit :

a.      Diwajibkan atas orang yang sakit untuk sholat berdiri apabila mampu dan tidak khawatir sakitnya bertambah parah, karena berdiri dalam sholat wajib adalah salah satu rukunnya.

b.      Orang sakit yang mampu berdiri namun tidak mampu ruku’ atau sujud, maka menunduk untuk rukuk. Bila tidak mampu membongkokkan punggungnya sama sekali, maka cukup dengan menundukkan lehernya.

c.       Orang sakit yang tidak mampu berdiri maka melakukan sholat dengan duduk.

d.      Orang sakit yang tidak mampu melakukan shalat berdiri dan duduk maka boleh melakukannya dengan berbaring miring, boleh dengan miring ke kanan atau ke kiri dengan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat.

e.      Orang sakit yang tidak mampu berbaring miring, maka boleh melakukan shalat dengan terlentang dan menghadapkan kakinya ke arah kiblat karena hal ini lebih dekat kepada cara berdiri.

f.        Orang yang sakit dan tidak mampu melakukan seluruh keadaan di atas. Ia tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya dan tidak mampu juga dengan matanya, maka ia sholat dengan hatinya. Karena shalat tetap diwajibkan selama akal seorang masih sehat.

 

2.      Membimbing Membaca Al-Quran

            Bimbing pasien jika ingin membaca al-quran. Berikan pengertian manfaat membaca al-quran, diataranya banyak dalil yang menerangkan bahwa berbagai penyakit bisa disembuhkan dengan membaca atau dibacakan al-quran. Dalam QS. Yunus/10: 57,  “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Hal ini membuat pasien lebih bertawakal kepada Allah SWT atas penyakitnya daripada mengeluh.

 

3.      Membimbing Puasa Saat Bulan Ramadhan

Jika kondisi pasien memungkinkan untuk puasa, sebagai perawat kita berkewajiban untuk memberi tahu waktu sahur, memilih makanan yang halal dan cocok bagi keadaan pasien, dan memberitahu pasien waktu berbuka puasa.

Namun, jika pasien tidak memungkin untuk berpuasa, berikan pengertian bahwa bagi mereka yang sedang sakit diberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantikannya pada bulan bulan yang lain atau malah tidak diwajibkan sama sekali untuk menggantinya jika memang sakitnya tergolong penyakit berat atau seseorang yang sudah tua dan tidak sanggup lagi berpuasa, namun harus menggantinya dengan memberi makan fakir miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkannya.

 

4.      Membimbing Pasien Berdoa dan Berzikir

Perawat harus membimbing pasien berdoa dan berzikir agar pasien merasakan ketentraman jiwa dan berserah diri atas penyakit yang dideritanya.

Dalam QS. Ar Ra’d/13: 28

 “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”

Bimbing pasien membaca bacaan zikir misalnya mengucapkan kalimat tashbih “Subhanallah”, tahmid “Alhamdulillah” dan takbir “Allahu Akbar”. Berikan pengertian pada pasien untuk mengucapannya dengan ikhlas, jauhkan dari rasa kesal, amarah bahkan janganlah menjadikan Kalimatullah sebagai sarana pelampiasan wujud kekesalan. Hal ini akan memusatkan konsentrasi pada bacaan dan ingat kepada Allah, menumbuhkan keyakinan bahwa Allah mendengarkan permohonan hamba-Nya dan Allah akan mengabulkan permohonannya

 

Sumber :

 

http://www.iluvislam.com

http://islampos.com/tata-cara-sholat-orang-yang-sakit-49643/

http://www.darussalaf.or.id/fiqih/tata-cara-shalat-orang-sakit/

http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/single/id_Cara_Bersuci_dan_Shalat_Orang_yang_Sakit.pdf

http://belajarbacaalquran.com/manfaat-baca-al-quran/

http://www.aripimawan.com/maqita-al-hikmah/91-rahasia-dan-manfaat-dzikir.html

http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2657-puasanya-orang-sakit.html

http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/184/orangorang-yang-boleh-meninggalkan-puasa/

http://asysyariah.com/sikap-yang-keliru-saat-sakit.html

http://www.untajiaffan.com/2013/02/zikir-sembuhkan-sakit-iii.html#sthash.IhMW3YJX.dpuf